About Me

header ads

Pengertian Akad Musamma dan Pembagiannya

Pengertian Akad, Macam-macam Akad
 
Jiwa Santri - Sebagai makhluk social manusia tidak pernah lepas untuk berhubungan dengan orang laindalam kerangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Kebutuhan manusia sangat beragam, sehingga terkadang secara pribadi ia tidak mampu memenuhinya, dan harus berhubungan dengan orang lain. Hubungan Antara satu manusia dengan manusia lain dalam memenuhi kebutuhannya harus terdapat aturan yang menjelaskan hak dan kewajiban keduanya berdasarkan kesepakatan.

Proses untuk membuat kesepakatan dalam kerangka memenuhi kebutuhan keduanya, lazim disebut dengan proses berakad. Menurut penilitian sejarah akad telah ada bersamaan munculnya peradaban manusia di muka bumi, dan akan terjadi setelah adanya ihraz al mubahah, sebelum etrjadi ihraz mubahah akad belum muncul. Untuk mengetahui awal mula pertumbuhan akad di dalam kehidupan manusia, tidak ditemukan fakta hstoris yang meyakinkan sejak zaman purbakala sampai dengan zaman sekarang ini. Di dalam Nadhariyah-Nadhariyah fiqh muamalah, terdapat pembagian akad ditinjau dari nama dan sumber kemunculannya, yaitu Akad Musamma dan Akad Ghoiru Musamma.
 

Pengertian Akad Musamma

Akad musamma yaitu akad yang diberikan namanya oleh syara’ dan ditetapkan untuknya hokum-hukum tertentu dari nash baik Al Qur’an maupun Hadis nabi
 

Pembagian Akad Musamma


Akad Musamma ada dua puluh lima macam.
  1. Akad Ba’i yaitu “Akad yang terdiri atas dasar penukaran harta dengan harta lalu terjadilah penukaran milik secara tetap”
  2. Akad Ijarahn yaitu Akad yang objeknya ialah penukaran manfaat untuk masa tertentu, artinya memilikkan manafaat dengan iwadl, sama dengan menjual manfaat”
  3. Kafalah yaitu “Menggabungkan dzimmah kepada dzimmah lain dalam penagiahn”Multazim dalam hal ini dinamakan kafil. Multazim asli dinamakan makful anhu. Si thalib yang meminta itu dinamakan makful lahu. Multazim bihi, yaitu benda, dinamakan makfil bihi.
  4. d. Hawalah yaitu “Akad yang objeknya memindahkan tanggung jawab dari yang mula-mula berhutangkepada pihak lain”
  5. Rahn yaitu “Suatu akad yang objeknya menahan harga terhadap sesuatu hak yang mungkin diperoleh pembayaran dengan sempurna”
  6. Bai’ul Wafa’ yaitu “Akad taufiqi dalam rupa jual beli atas dasar masing-masing pihak mempunyai hak menarik kembali pada kedua0kedua iwadl itu (harga dan benda)
  7. Al ‘Ida yaitu “Sebuah akad yang objeknya meminta pertolongan pada seseorang dalam memelihara harga si penitip itu”
  8. Al I’arah yaitu “Akad yang dilakukan atas dasar pendermaan terhadap manfaat sesuatu untuk dipakai dan kemudian dikembalikan”
  9. Hibah yaitu “Akad yang objeknya ialah hak milik kepada orang lain secara cuma-cuma tanpa ada bayaran”
  10. Aqdul Qismati yaitu “Mengasingkan (menetukan) bagian-bagian yang berkembang (yang dimiliki bersama) dalam harta milik dan menetukan bagi masing-masing pemilik dari bagian itu, bagian tertentu.”
  11. Akad Syirkah yaitu “Akad yang berlaku antar dua orang atau lebihuntuk bekerja sama dalam suatu usaha dan membagi keuntungannya.”
  12. Mudlarabah yaitu “Semacam syarikat akad, kesepakatan dua orang dengan ketentuan modal dari satu pihak sedang usaha menghasilkan oleh pihak yang lain, dan keuntungannya dibagi diantara mereka”
  13. Muzara’ah yaitu “Semacam syarikat pertanian untuk memperoleh hasil bumi, dua belah pihak mengikat diri dengan ketentuan bahwa yang salah satu pihak memberikan tanah sedang yang pihak lain menggarapnya”
  14. Musaqah yaitu Syarikat pertanian untuk memperoleh hasil dari pepohonan”
  15. Wakalah yaitu “Akad pemberian kuasa yang pada akad itu seseorang menunjuk orang lain sebagai wakilnya dalam bertindak (bertasharruf)”.
  16. Shulh yaitu “Kesepakatan dari dua orang yang berselisih mengenai suatu hak untuk melaksanakan sesuatu dengan menghilangkan perselisihan”
  17. Tahkim yaitu “Akad Antara dua orang yang berselisih yang keduanya dengan kerelaan masing-masing mengangkat orang lain menjadi hakim untuk menyelesaikan perselisihan mereka”
  18. Mukharajah atau takharuj yaitu “Suatu akad yang dimana salah satu seorang waris menjual bagiannya dari harta peninggalan dari yang telah meninggal”
  19. Qardlu yaitu “Suatu akad yang objeknya adalah salah seorang dari dua orang yang berakad mengambil pada seorang lagi, benda yang ada padanya, yang dihabiskan, seperti minyak dan gandum untuk dikembalikan sepertinya dikemudian hari”
  20. Aqad Al ‘Umri yaitu “Seseorang mengatakan kepada orang lain: saya berikan kepada anda hak mendiami rumahku sepanjang umur anda. Apabila anda meninggal rumah kembali padaku”
  21. Aqlul Muqalah yaitu “Suatu akad Antara dua orang yang salah seorang tidak mempunyai waris. Salah satunya berkata; engkau waliku dan kalau aku berbuat sesuatu tindakan pidana engkaulah yang membayar diyatku ini dan nanti kalau aku meninggal engkau pulalah yang memiliki hartaku”
  22. Aqad Al Iqalah yaitu “Suatu akad dimana pihak bermufakat untuk mencabut akad yang telah dilakukan Antara keduanya, jelasnya untuk membatalkannya, menghilangkan hukumnya dan implikasinya”.
  23. Zawaj atau nikah yaitu “Suatu akad Antara laki-laki dan perempuan yang tujuannya menghalalkan hubungan kelamin untuk memperoleh keturunan, membentuk keluarga dengan jalan yang disayri’atkan dan untuk tolong menolong dalam kehidupan bersama”.
  24. Aqad Washiyat yaitu “Suatu akad dimana seseorang manusia mengharuskan dimasa hidupnya mendermakan untuk orang lain yang diberikan sesudah wafatnya”.
  25. Aqlul isha’ atau washaya yaitu “Suatu akad yang dimasa hidupnya menunjuk orang lain sebagai pengganti sesudah wafatnya untuk melaksanakan wasiat orang yang meninggal itu dan mengurus hak anak-anaknya yang masih kecil”.
sumber:

[1] Tengku Muhammad Hasbi Ash Shiddiqey.Pengantar Fiqh Muamalah, (Semarang:Pustaka Rizki Putra.2009), hlm.82

Posting Komentar

0 Komentar